Jika Jepang memilik HAIKU sebagai karya sastra lama yang khas, maka Indonesia pun memiliki sastra lama yang khas yaitu PANTUN. Menurut sastrawan Taufiq Ismail, pantun adalah karya sastra asli Melayu (Indonesia) yang berbentuk puisi. Ciri-ciri pantun yaitu : 1. Satu bait terdiri dari 4 baris 2. Setiap baris terdiri dari 4-6 kata atau 8-12 suku kata 3. Baris 1 dan 2 berupa sampiran, baris 3 dan 4 berupa isi 4. Bersajak silang abab Isi pantun berupa nasihat, humor, percintaan, atau religi. Berikut ini kami sajikan sebagian pantun masa kini karya sebagian anak-anak kelas VIII MTs PSA Ta’allumul Huda Ganggawang. Selamat membaca!
Pesawat sukhoi terbang tinggi Makan rendang di kota Padang Kalau engkau jadi selebriti Jangan bergosip agar hidup tenang
Pagar kawat pagar berduri Kalau dipanjat bikin sengsara Kalau Negara bebas korupsi Rakyat makmur dan sejahtera (Roudotus Syarifah : VIII.A)
Jalan-jalan ke kota Bandung Jangan lupa beli semangka Kalau kamu rajin menabung Kelak jadi orang kaya (Siti Nurmalinda : VIII.A)
Tebarkan jala di laut lepas Menjala ikan di siang hari Relakan saja kasih dilepas Kalau jodoh datang sendiri (Eva S.W. : VIII.A)
Dari mana datangnya ulat Kalau bukan dari pagar Dari mana datangnya surat Kalau bukan dari pacar (Rodiah Al Adawiyah : VIII.A)
Minum jamu di pinggir jalan Biar badan sehat sentosa Kalau kamu orang beriman Bulan ramadhan harus puasa (Ernawati : VIII.A)
Minuman soda terasa dingin Kalau diminum waktu senja Mari kawan kita berdisiplin Kalau ingin hidup bahagia (Mulia : VIII.A)
Jangan suka makan mentimun Mentimun itu banyak getahnya Jangan sering duduk melamun Melamun itu dekat setannya (Diah Handayani : VIII.B)
Bunga mawar bunga melati Harum semerbak tumbuh di taman Orang sabar dan baik hati Pasti disukai semua teman (Eka Aprianti : VIII.B)
Hari ini terkena getah Esok lusa menama tebu Hari ini kita berpisah Esok lusa kita bertemu (Intan P.S. : VIII.B)
Jalan-jalan ke Pasar Bentar Jakang lupa beli kedelai Rajin-rajinlah kamu belajar Supaya jadi anak yang pandai (Rizki Nurul Asmi : VIII.B)
Buah kelengkeng ada empat Dimakan langsung obat lapar Mendingan kita cari sahabat Daripada bingung mencari pacar (Siti Maesaroh : VIII.B)
Kalau kamu minum jus mangga Minum juga jus jambu Kami bangga jadi siswa MTs PSA Kami rajin menuntut ilmu (Ejah Farikha : VIII.B)
Ulang tahun meniup lilin Lilin disimpan di dalam kotak Barabg siapa tidak disiplin Pasti kan salah dalam bertindak
Jalan-jalan ke Cianjur Jangan lupa membeli nampan Kalau kamu orang yang jujur Pasti disukai banyak teman (Innda Nur Fadilah : VIII.B)
Pergi ke sawah menanam padi Padi dituai orang Indrajaya Sejak kecil rajin mengaji Insya Allah kelak di surga (Azizah Nur Adela : VIII.B)
Tegak kukuh di atas kaki Kaki dipakai menopang badan Jangan angkuh jadi lelaki Nanti tidak mempunyai teman (Siti Amelia : VIII.B)
Menangkap belut sangat licin Kalau dapat jangan dilepas Jikalau kamu memang rajin Pastilah nanti naik kelas (Vika Nurfaza : VIII.C)
Jangan suka duduk di pintu Nanti kamu bisa ketendang Rajinlah kamu membaca buku Nanti otakmu jadi cemerlang (Nia Saniatul Farida : VIII.C)
Kalau kita pergi ke pasar Jangan lupa membeli cabai Kalau kita rajin belajar Yang dicita-citakan pasti tercapai (Ima Himatul A. : VIII.C)
Ciri-ciri pantun yaitu :
1. Satu bait terdiri dari 4 baris
2. Setiap baris terdiri dari 4-6 kata atau 8-12 suku kata
3. Baris 1 dan 2 berupa sampiran, baris 3 dan 4 berupa isi
4. Bersajak silang abab
Isi pantun berupa nasihat, humor, percintaan, atau religi.
Berikut ini kami sajikan sebagian pantun masa kini karya sebagian anak-anak kelas VIII MTs PSA Ta’allumul Huda Ganggawang. Selamat membaca!
Pesawat sukhoi terbang tinggi
Makan rendang di kota Padang
Kalau engkau jadi selebriti
Jangan bergosip agar hidup tenang
Pagar kawat pagar berduri
Kalau dipanjat bikin sengsara
Kalau Negara bebas korupsi
Rakyat makmur dan sejahtera
(Roudotus Syarifah : VIII.A)
Jalan-jalan ke kota Bandung
Jangan lupa beli semangka
Kalau kamu rajin menabung
Kelak jadi orang kaya
(Siti Nurmalinda : VIII.A)
Tebarkan jala di laut lepas
Menjala ikan di siang hari
Relakan saja kasih dilepas
Kalau jodoh datang sendiri
(Eva S.W. : VIII.A)
Dari mana datangnya ulat
Kalau bukan dari pagar
Dari mana datangnya surat
Kalau bukan dari pacar
(Rodiah Al Adawiyah : VIII.A)
Minum jamu di pinggir jalan
Biar badan sehat sentosa
Kalau kamu orang beriman
Bulan ramadhan harus puasa
(Ernawati : VIII.A)
Minuman soda terasa dingin
Kalau diminum waktu senja
Mari kawan kita berdisiplin
Kalau ingin hidup bahagia
(Mulia : VIII.A)
Jangan suka makan mentimun
Mentimun itu banyak getahnya
Jangan sering duduk melamun
Melamun itu dekat setannya
(Diah Handayani : VIII.B)
Bunga mawar bunga melati
Harum semerbak tumbuh di taman
Orang sabar dan baik hati
Pasti disukai semua teman
(Eka Aprianti : VIII.B)
Hari ini terkena getah
Esok lusa menama tebu
Hari ini kita berpisah
Esok lusa kita bertemu
(Intan P.S. : VIII.B)
Jalan-jalan ke Pasar Bentar
Jakang lupa beli kedelai
Rajin-rajinlah kamu belajar
Supaya jadi anak yang pandai
(Rizki Nurul Asmi : VIII.B)
Buah kelengkeng ada empat
Dimakan langsung obat lapar
Mendingan kita cari sahabat
Daripada bingung mencari pacar
(Siti Maesaroh : VIII.B)
Kalau kamu minum jus mangga
Minum juga jus jambu
Kami bangga jadi siswa MTs PSA
Kami rajin menuntut ilmu
(Ejah Farikha : VIII.B)
Ulang tahun meniup lilin
Lilin disimpan di dalam kotak
Barabg siapa tidak disiplin
Pasti kan salah dalam bertindak
Jalan-jalan ke Cianjur
Jangan lupa membeli nampan
Kalau kamu orang yang jujur
Pasti disukai banyak teman
(Innda Nur Fadilah : VIII.B)
Pergi ke sawah menanam padi
Padi dituai orang Indrajaya
Sejak kecil rajin mengaji
Insya Allah kelak di surga
(Azizah Nur Adela : VIII.B)
Tegak kukuh di atas kaki
Kaki dipakai menopang badan
Jangan angkuh jadi lelaki
Nanti tidak mempunyai teman
(Siti Amelia : VIII.B)
Menangkap belut sangat licin
Kalau dapat jangan dilepas
Jikalau kamu memang rajin
Pastilah nanti naik kelas
(Vika Nurfaza : VIII.C)
Jangan suka duduk di pintu
Nanti kamu bisa ketendang
Rajinlah kamu membaca buku
Nanti otakmu jadi cemerlang
(Nia Saniatul Farida : VIII.C)
Kalau kita pergi ke pasar
Jangan lupa membeli cabai
Kalau kita rajin belajar
Yang dicita-citakan pasti tercapai
(Ima Himatul A. : VIII.C)